free counter with statistics Tempat Wisata Candi Gunung Kawi Bali
T6/25/2013

Tempat Wisata Candi Gunung Kawi Bali

Iklan
Iklan
Jika Anda berkunjung ke Bali, tempat apa saja yang anda kunjungi selama di Bali? Mungkin kebanyakan menjawab Pantai Kuta, karena pantai ini selalu menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Tahukah Anda selain memiliki objek wisata pantai Bali juga memiliki objek wisata cagar budaya yaitu berupa candi, namanya Candi Gunung Kawi.

Apa yang terbayang dipikiran kalian setelah mendengar kata candi? Mungkin anda akan membayangkan seperti candi prambanan atau candi borobudur yang berdiri tegak di tanah yang lapang. Candi Gunung Kawi tidak seperti itu adanya. Candi ini benar-benar unik karena berada di tebing yang dipahat.

Objek wisata candi gunung kawi
Candi Gunung Kawi


Jika anda ingin berkunjung ke Gunung Kawi anda harus menuju kabupaten Gianyar, tepatnya berada di Banjar Penaka, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Kira-kira 40 km dari Denpasar atau 1 jam menggunakan mobil atau motor dan merupakan 1 jalur menuju Istana Tampak Siring.

Nama Gunung Kawi berasal dari kata Gunung yang artinya daerah pegunungan dan Kawi berati pahatan. Jadi Gunung Kawi dapat diartikan sebagai pahatan yang terdapat di pegunungan atau di atas batu padas.

Berdasarkan namanya tersebut Candi Gunung Kawi tidak dibuat dari susunan batu, melainkan memanfaatkan dinding batu padas di tepi sungai Pakerisan sebagai media untuk membuat rumah ibadah para penganut Hindu tersebut. Dinding batu tersebut dipahat dan dibentuk menyerupai dinding-dinding candi. Selain dibuat dalam bentuk candi,  dinding-dinding tebing tersebut dibuat dalam bentuk ruangan yang digunakan sebagai tempat bermeditasi.

Kompleks candi yang unik ini pertama kali ditemukan oleh peneliti Belanda sekitar tahun 1920. Menurut perkiraan para ahli, candi ini dibuat sekitar abad ke-11 M, yaitu pada masa pemerintahan Raja Udayana hingga pemerintahan Anak Wungsu. Versi lainnya yang berasal dari cerita rakyat setempat menyebutkan bahwa pura atau candi Tebing Kawi ini dibuat oleh orang sakti bernama Kebo Iwa. Kebo Iwa merupakan tokoh legenda masyarakat Bali yang dipercaya memiliki tubuh yang sangat besar. Dengan kesaktiannya, konon Kebo Iwa menatahkan kuku-kukunya yang tajam dan kuat pada dinding batu cadas di Tukad Pakerisan itu.

Sesampai di sana anda akan disambut dengan sebuah gapura dengan 315 anak tangga yang berada di pinggir sungai Pakerisan. Anda akan menyaksikan dua kelompok percandian yang dipisahkan oleh aliran Sungai Pakerisan. Candi pertama terletak di sebelah barat sungai, menghadap ke timur, yang berjumlah empat buah. Sedangkan candi kedua terletak di sebelah timur sungai, menghadap ke barat, yang berjumlah lima buah. Pada kompleks candi di sebelah barat, juga dilengkapi kolam pemandian serta pancuran air.

Pada kompleks candi di sebelah barat terdapat semacam “ruang” pertapaan yang juga disebut wihara. Wihara tersebut dipahat di dalam tebing yang kokoh dan dilengkapi dengan pelataran, ruangan-ruangan kecil (seperti kamar) yang dilengkapi dengan jendela, serta lubang sirkulasi udara di bagian atapnya yang berfungsi juga untuk masuknya sinar matahari.

Mengunjungi tempat ini Anda akan mendapatkan suasana tenang dan damai. Kompleks Candi Gunung Kawi memang merupakan tempat ideal untuk bermeditasi, sembahyang, atau untuk sekedar berwisata. Lokasinya yang sejuk dan terletak persis di tepi sungai membuat kompleks percandian ini menawarkan aura ketenangan batin yang dalam.

Obyek wisata Candi Gunung Kawi telah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti tempat parkir yang cukup memadai, para pemandu yang siap menjelaskan sejarah dan nilai budaya Candi Gunung Kawi, serta warung-warung yang menjual makan dan minuman di sekitar kompleks candi.


Jadi persiapkan diri anda untuk berwisata ke candi Gunung Kawi jika anda berlibur ke Bali. Selamat berwisata ke Bali.
Iklan