T12/01/2015

Tari Jauk Manis Menggambarkan Raja yang Tegas dan Lemah Lembut

Pulau Bali mendapat julukan sebagai “heaven of world” karena memiliki tempat wisata dengan keindahan alam yang mampu menarik wisatawan untuk berlibur ke pulau ini. Tidak hanya memiliki keindahan alam, Pulau Bali juga kaya akan hasil kesenian yang sudah melegenda hingga ke luar negeri, salah satunya seni tari seperti tari Kecak dan tari Barong. Selain kedua tari tersebut, seniman bali banyak menghasilkan karya tari yang sangat unik dan sarat akan makna seperti tari Jauk.

Tari Jauk dibedakan menjadi dua jenis yakni tari Jauk Manis dan tari Jauk Keras. Walaupun kostum yang digunakan sama, kedua jenis tari memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Tari Jauk Manis memakai topeng yang berwarna putih, sedangkan tari jauk keras memakai topeng berwarna merah. Gerakan tari Jauk Manis lebih flesibel dan berwibawa, sedangkan tari Jauk Keras memiliki gerakan tari yang beringas dan cepat. Pada kesempatan ini www.longtripmania.org hanya membahas tentang tari Jauk Manis, untuk tari jauk keras akan dibahas pada postingan berikutnya.
 
Tari Jauk Manis
Tari Jauk Manis
Tari Jauk Manis merupakan salah satu tari Bali yang masuk kategori sebagai tari balih-balihan. Tari balih-balihan adalah jenis tarian yang bersifat non-religius dan cenderung menghibur, sehingga tari ini sering ditarikan dalam acara penyambutan, festival, pertunjukan, dan acara lainnya. Selain sebagai tari balih-balihan, tari jauk manis juga termasuk tari tunggal yakni sebuah tarian yang ditarikan secara individu atau perorangan.

Tari Jauk Manis merupakan tari anonim, yaitu sebuah karya yang tidak diketahui penciptanya. Tarian ini menggabarkan seorang raja yang sedang berkelana, sehingga tarian ini memiliki gerakan yang beringas, berwibawa, lemah lembut dan tentunya gerakan lebih fleksibel daripada tari Jauk Keras. Tari Jauk Manis memiliki kostum seperti tari Baris, hanya saja tari Jauk Manis menggunakan topeng yang berwarna putih, gelungan (mahkota raja), dan sarung tangan dengan kuku yang panjang. Secara lengkap buasana yang digunakan dalam pementasan tari Jauk Manis yakni celana panjang berwarna putih, stewel, kamben putih, baju, srimping, keris, awiran, lamak, badong, gelungan, dan topeng berwarna putih.

Tari Jauk Manis memiliki makna bahwa seorang raja atau pemimpin harus mampu melindungi rakyatnya, di mana seorang raja bisa belaku beringas (tegas) sehingga ditakui oleh musuh-musuhnya dan berlaku lemah lembut sehingga dihormati dan dikagumi oleh rakyatnya. Hal ini dapat lihat gerakan tari Jauk Manis itu sendiri, kadang-kadang beringas dan kadang-kadang lemah lembut. Nah itu sekilas tentang tari Jauk Manis, dan tentunya masih banyak jenis-jenis tari Bali, baik itu yang sudah terkenal maupun yang belum diketahui oleh kebanyakan orang karena kurangnya publikasi mengenai tarian tersebut. Silahkan baca tempat wisata di Bali.

0 Response to "Tari Jauk Manis Menggambarkan Raja yang Tegas dan Lemah Lembut"

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar dengan sopan dan tidak mengandung unsur SARA atau pornografi serta tidak ada link aktif