free counter with statistics Tradisi Mengarak dan Jenis Ogoh Ogoh Di Bali
T9/06/2014

Tradisi Mengarak dan Jenis Ogoh Ogoh Di Bali

Iklan
Iklan
Ogoh-ogoh merupakan patung yang terbuat dari bambu dan kertas yang berbentuk raksasa yang kemudian di arak-arak keliling desa pada saat menjelang perayaan Nyepi dan akhirnya di bakar. Perayaan Nyepi dirayakan sekitar bulan Maret tiap tahunnya. Banyak wisatawan yang mengabadikan foto ogoh-ogoh yang mereka temui di jalanan sebelum ogoh-ogoh tersebut dibakar.

Tradisi mengarak ogoh-ogoh pada saat menjelang hari raya Nyepi (pengrupukan) merupakan tradisi yang dianggap baru oleh masyarakat Bali, akan tetapi sesungguhnya tadisi mengarak ogoh-ogoh di Bali sudah ada sejak zaman dahulu. Menurut beberapa sumber cikal bakal adanya ogoh-ogoh adalah Barong Landung dan lelakut yang di sawah untuk mengusir burung pemakan padi.

barong landung sebagai cikal bakal adanya tadisi ogoh ogohdi bali
Barong Landung sebagai cikal bakal tradisi Ogoh-Ogoh di Bali
Sumber: sejarahharirayahindu.blogspot.com

lelakut sebagai cikal bakal adanya ogoh ogoh di bali
Lelakut untuk mengusir burung pemakan padi
Sumber gambar: bengkelredaksi.blogspot.com

Ogoh-ogoh merupakan sebagai pelengkap upacara agama Hindu yakni pada upacara tawur agung kesanga (sehari sebelum perayaan Nyepi). Jadi ogoh-ogoh tidak harus ada dalam setiap pelaksanaan Nyepi karena sifatnya sebagai pelengkap upacara saja.

Menurut Widnyani (2012), kalau dilihat dari jenis ogoh-ogoh yang berkembang dari awal adanya tradisi mengarak ogoh-ogoh sampai sekarang, maka ogoh-ogoh dapat dibedakan menjadi tiga jenis yakni ogoh-ogoh buta kala, ogoh-ogoh itihasa, dan ogoh-ogoh kotemporer.

Ogoh-Ogoh Bhuta Kala

Ogoh-ogoh bhuta kala merupakan jenis ogoh-ogoh yang memiliki ciri-ciri: ukuran tubuh besar dan tinggi, matanya besar mendelik (melotot), mukanya tampak garang, mulut dan hidungnya besar dengan gigi besar mengkilap dan taringnya runcing, perutnya buncit, kuku panjang dan runcing, dan memiliki rambut yang gimbal dan berantakan. Ogoh-ogoh jenis ini setelah diarak keliling desa adat maka ogoh-ogoh ini dibakar. Berikut gambar ogoh-ogoh jenis bhuta kala.

gambar ogoh ogoh bhuta kala
Gambar ogoh-ogoh jenis bhuta kala
Sumber gambar: www.flickr.com

foto ogoh ogoh bhuta kala
foto ogoh-ogoh jenis bhuta kala
Sumber gambar: vieajabisa.blogspot.com

Ogoh-Ogoh Ithiasa

Ogoh-ogoh itihasa merupakan jenis ogoh-ogoh yang dibuat berdasarkan cerita pewayangan Mahabarata dan Ramayana. Dari cerita-cerita tersebut anak muda mengekspreikan imajinasinya ke dalam bentuk ogoh-ogoh. Kisah yang sering diambil oleh anak-anak muda dalam mengekspresikan seninya adalah kisah penculikan Dewi Sita oleh Raksasa Rahwana dalam kisah Ramayana. Ogoh-ogoh jenis ini sering dipajang dipingir jalan setelah diarak-arak keliling desa dan dapat dijadikan sebagai ajang foto-foto bagi wisatawan yang kebetulan lewat dan melihat ogoh-ogoh tersebut. Berikut gambar ogoh-ogoh jenis ithiasa.

gambar ogoh-ogoh jenis ithiasa
gambar ogoh-ogoh jenis ithiasa
Sumber gambar: novicandrasari.wordpress.com

foto ogoh-ogoh jenis ithiasa
foto ogoh-ogoh jenis ithiasa
Sumber gambar: yogiwiranatha.blogspot.com

Ogoh-Ogoh Kotemporer

Ogoh-ogoh kotemporer merupakan jenis ogoh-ogoh yang kisahnya diambil dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan sering dijadikan kritik sosial. Jadi ogoh-ogoh kotemporer imajinasinya berdasarkan permasalahan sosial yang sering terjadi dan sifatnya sebagai pembawa pesan kepada masyarakat. Umumnya ogoh-ogoh seperti ini memiliki gaya yang unik dari ogoh-ogoh jenis lainnya. Berikut gambar ogoh-ogoh jenis kotemporer.

gambar ogoh-ogoh kotemporer
Gambar ogoh-ogoh kotemporer
Sumber gambar: kvltmagz.com

foto ogoh-ogoh kotemporer
Foto ogoh-ogoh kotemporer
Sumber gambar: ayearinbali.wordpress.com

Jadi selain sebagai pelengkap upacara penyambutan Nyepi, ogoh-ogoh juga berfungsi sebagai infotaiment atau hiburan yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Ini dapat kita lihat setiap ada acara pengrupukan maka masayarakat akan menyambut dan menonoton dengan antusias di pingir jalan yang dilalui oleh ogoh-ogoh. Dengan adanya atraksi ogoh-ogoh maka jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali meningkat menjelang perayaan Nyepi karena ingin merasakan suasana bali pada saat hari raya Nyepi dan sebelum Nyepi (melihat atraksi ogoh-ogoh). Bagaimana? Anda tertarik melihat atraksi ogoh-ogoh? Datanglah ke Bali pada tanggal 20 Maret 2015.
Iklan