free counter with statistics Inilah 10 Air Terjun Paling Terkenal Di Buleleng Bali
T12/10/2018

Inilah 10 Air Terjun Paling Terkenal Di Buleleng Bali

Iklan
Iklan

Bagi pecinta panorama air terjun, coba sambangi kabupaten Buleleng. Kabupaten yang berada di Bali Utara ini merupakan surganya destinasi wisata air terjun yang masih alami. Terdapat lebih dari 30 titik air terjun di Bali Utara dengan panorama yang sangat memukau mata. Mengunjungi semua air terjun tersebut akan memerlukan waktu berhari-hari. Nah bagi yang ingin menikmati pesona air terjun di Bali utara, berikut admin rekomendasikan untuk mengunjungi 10 air terjun paling terkenal di Buleleng.
Inilah 10 Air Terjun Paling Terkenal Di Buleleng Bali
Air terjun di Buleleng

1. Air Terjun Gitgit
Air terjun yang satu ini wajib dikunjungi jika berlibur ke Bali Utara karena lokasinya searah dengan perjalanan dari objek wisata Bedugul menuju Kota Singaraja atau sebaliknya. Sebelum munculnya sosial media yang perkembangannya sangat pesat seperti sekarang ini, tempat wisata air terjun Gitgit sudah terkenal dikalangan wisatawan asing. Apalagi dengan bantuan sosial media, tempat ini benar-benar menjadi terkenal dan populer. Bagi yang suka dengan wisata petualangan, berkunjung ke air terjun gitgit merupakan liburan yang pas sekali. Untuk menuju lokasi air terjun yang beralamat di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali ini pengunjung akan diajak menyusuri jalan setapak, melintasi areal persawahan yang hijau, kebun kopi dan cengkeh dengan alam sekitar air terjun yang masih asri dan alami, tentunya hawa udara yang segar dan jauh dari polusi.

2. Air terjun Aling-Aling
Bagi yang ingin mencari tempat wisata air terjun yang dekat dengan Kota Singaraja, air terjun aling-aling merupakan pilihan yang sangat tepat sekali. Air terjun yang berlokasi di Desa Sambangan, Kecamatan  Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali ini memiliki ketinggian ai terjun sekitar 35 meter dengan pesona alam di sekitarnya sangat memukau mata berupa tebing tinggi dan rimbunnya pepohonan hijau yang menambah kesan asri tempat ini. Uniknya, air terjun ini memiliki kolam dengan kedalaman mencapai 4 meter.

3. Air Terjun Banyumala
Air Terjun Banyumala merupakan tempat wisata baru yang terkenal di Bali Utara. Air terjun yang berlokasi di Desa Wanagiri, kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng ini merupakan salah satu air terjun yang paling populer di bali, khususnya pengguna sosial media Instagram. Bahkan tempat wisata yang sedang ngehits ini pernah digunakan sebagai lokasi syuting iklan produk komersial yang sering tayang di TV Nasional lho. Tentunya tempat wisata yang satu ini makin terkenal, sehingga tiap harinya ada saja pengunjungnya, apalagi pada hari-hari libur nasional maupun weekend. Tempat ini layak untuk menjadi populer karena keindahan yang disajikan oleh air terjun ini sangat memukau mata. Dengan suasana yang nyaman dan sekitarnya yang hijau, tempat ini sangat cocok untuk mengisi liburan Anda.

4. Air Terjun Sekumpul
Tempat wisata beriktunya yang terkenal di “bumi panji sakti” adalah air terjun Sekumpul yang beralamat di Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Walaupun lokasinya agak jauh ke timur dari Kota Singaraja, air terjun ini tetap mampu menarik kunjungan para wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara. Air Terjun Sekumpul ini terdiri dari sekumpulan air terjun, dengan jumlahnya mencapai tujuh air terjun, oleh warga asing disebut dengan sevent point waterfall. Air terjun ini dikatakan sebagai air terjun terindah di pulau Bali lho.

5. Air Terjun Jembong
Air terjun Jembong menjadi terkenal berkat bantuan sosial media khususnya Instagram yang seakan-akan ikut mempromosikan keberadaan air terjun ini. Air terjun ini memang unik, karena air terjun ini memiliki kemiringan yang tidak dimiliki oleh air terjun lainnya di Bali Utara. Jika dilihat secara sekilas, air terjun ini hampir mirip seperti air terjun kanto lampo yang ada di Gianyar, hanya saja air terjun jembong memiliki debit airnya lebih besar. Untuk menuju air terjun yang berlokasi di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali ini pengunjung harus melewati perkebunan milik warga setempat. Sepanjang perjalanan menuju air terjun ini para wisatawan akan disuguhkan dengan paorama alam yang serba alamai dan hijau. Air terjun ini memiliki aliran air yang jernih dan juga memiliki kolam yang bisa digunakan untuk mandi dan berenang. Sambil mengunjungi air terjun ini, para wisatawan bisa mengunjungi tempat wisata lainnya di desa ambengan,seperti panorama sawah yang berundak-undak yang dikenal dengan nama Ambengan Rice Terrace.

6. Air Terjun Bertingkat
Sesuai dengan namanya Air Terjun Bertingkat terdiri dari beberapa tingkatan curahan air mengikuti teras bebatuan. Masing-masing tingkatan ini memiliki jatuhan air membentuk kolam di dasarnya, dengan airnya yang sangat bersih dan bening. Ketinggian masing-masing tingkat berbeda-beda, tetapi secara keseluruhan menjadi air terjun yang cukup tinggi. Kolam air yang terdapat pada tiap tingkatan air terjun ini bisa digunakan untuk mandi. Kondisi ini memungkinkan pengunjung untuk bermain di jatuhan air tersebut dengan leluasa. Air terjun bertingkat lokasinya tidak jauh dengan air terjun Gitgit yang berada di atasnya, tepatnya berada di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

7. Air Terjun Yeh Mampeh
Air terjun berikutnya yang terkenal berada di Buleleng Timur tepatnya berada di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Air terjun tersebut bernama Air Terjun Yeh Mampeh atau nama lainnya Air Terjun Les karena berlokasi di Desa Les. Dalam bahasa Bali, “Yeh Mampeh” diartikan sebagai air terbang. Ya memang air terjun ini menawarkan pesona air terjun dengan air yang berterbangan karena terkena hempasan angin. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter ini memiliki kolam kubangan sebagai tempat jatuhnya air. Kolam tersebut bisa digunakan untuk berenang karena memiliki air yang sangat jernih dan tentunya sangat segar. Tidak hanya air terjunnya yang memiliki pesona yang memukau, pemandangan sekitar air terjun juga sangat indah dengan pepohonan yang menghijau.

8. Air Terjun Melanting dan Munduk
Untuk menuju air terjun melanting pengunjung akan melewati hamparan perkebunan kopi dan kebun cengkeh,  karena air terjun ini terletak di tengah-tengah kebun tersebut hawa udara sekitar air terjun begitu segar. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter dengan debit air yang cukup besar. Tidak jauh dari air terjun Melanting, ada air terjun Munduk yang juga sangat terkenal di Bali Utara. Lokasi air Terjun Munduk masih berdekatan dengan air terjun melanting, hanya saja air terjun ini lebih rendah daripada air terjun melanting, yakni hanya memiliki ketinggian sekitar 15 meter. Karena lokasi yang sama maka suasana yang ditawarkan hampir sama yakni sekitar air terjun dihiasi dengan perkebunan kopi dan cengkeh yang hijau milik penduduk setempat. Konon air terjun ini dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit karena airnya mengandung belerang. Lokasi: Jalan Air Terjun Melanting, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali
                                                       
9. Air Terjun Tembok Barak
Air Terjun Tembok Barak merupakan tempat wsiata baru di Buleleng yang sedang viral di sosial media. Dalam bahasa Bali, “tembok barak” artinya tembok merah. Sesuai dengan namanya air terjun ini memiliki tebing yang mengapit air terjun ini berwarna cokelat kemerahan. Air terjun ini memiliki debit air yang besar namun tidak terlalu tinggi. Air terjun yang berlokasi di Desa Sambangan, Kecamatan  Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali ini wajib dikunjungi jika ingin mencari suasana yang baru dalam mengisi liburan ke Bali Utara.

10. Air Terjun Campuhan
Masih di Desa Gitgit, selain memiliki air terjun gitgit dan air terjun bertingkat yang terkenal, ada lagi satu air terjun terkenal di Bali yang masih berada di wilayah Gitgit yakni air terjun Campuhan. Nama lain dari air terjun campuhan adalah air terjun kembar, karena terdapat dua air terjun yang berdampingan dengan ketinggian yang sama yakni sekitar 20 meter. Sedangkan nama campuhan berati campur, karena kedua air terjun ini akan bercampur dalam sebuah kolam kecil yang lumayan dalam. Uniknya, pada musim penghujan, kadang-kadang kedua air terjun ini akan mengalirkan air dengan warna yang berbeda. Yang satunya mengalirkan air dengan warna kuning keruh karena airnya bercampur dengan lumpur yang dibawa oleh air hujan, dan yang satunya lagi akan mengalirkan air yang bening. Sungguh pemandangan yang unik, yang jarang ditemui di air terjun lainnya di Bali.

Semoga ini dapat dijadikan rujukan dalam mencari tempat wisata air terjun yang terkenal di Bali khususnya di kabupaten Buleleng. Berlibur ke Buleleng akan memerlukan waktu yang lumayan banyak, apalagi lokasi kabupaten ini berada lumayan jauh dengan bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Agar perjalanan tidak membosankan alangkah baiknya selama perjalanan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata populer dan terkenal di Bali,  seperti objek wisata Bedugul dengan panorama keunikan Pura Ulun Danu Beratan yang berada di tengah danau atau bisa juga mengunjungi tempat wisata Kebun Raya Bedugul.
Iklan