free counter with statistics Tempat Wisata Air Terjun Campuhan (Kembar) Buleleng Bali
T10/18/2017

Tempat Wisata Air Terjun Campuhan (Kembar) Buleleng Bali

Iklan
Iklan
Walaupun untuk mengakses kabupaten buleleng dari bandara Ngurah Rai boleh dibilang cukup jauh tetapi begitu anda sampai di kawasan bali utara ini anda akan disambut dengan berbagai tempat wisata yang menarik. Kabupaten Buleleng merupakan surganya tempat wisata air terjun di Bali. Kabupaten yang beribukota Singaraja ini memiliki banyak sekali air terjun, setidaknya di sini terdapat 40 titik air terjun yang tersebar di 9 kabupaten.
Tempat Wisata Air Terjun Campuhan (Kembar) Buleleng Bali
Air terjun Campuhan
IMG by Instagram via rusdiiyanto_

Salah satu tempat wisata air terjun yang cukup populer di kalangan para traveler kelas dunia yakni air terjun campuhan. Kenapa bernama air terjun Campuhan? Kata “campuhan” yang merupakan kata dalam bahasa bali yang terdiri dari urat kata “campuh” yang artinya campur, sedangkan campuhan berati “campuran”. Ya memang benar, jika kita lihat, air terjun ini terdiri dari dua air air terjun yang posisinya berdekatan, di mana kedua airnya berasal dari sungai berbeda. Kedua airnya bercapur menjadi satu ketika tepat di bawah jatuhnya air terjun. Yang paling unik, pada musim penghujan, kedua air terjun ini mengalirkan air dengan warna yang berbeda, yakni ada yang berwarna cokelat karena airnya keruh, sedangkan yang satunya masih seperti biasanya, yakni bening.
Tempat Wisata Air Terjun Campuhan (Kembar) Buleleng Bali
Air terjun Campuhan pada musim hujan
IMG by Instagram via Sumerthaajuz

Nama lain dari air terjun campuhan adalah air terjun kembar (twin waterfall), hal ini disebabkan karena air terjun ini berasal dari dua air terjun yang berdampingan dan memiliki ketinggian yang hampir sama yakni sekitar 20 m. karena lokasinya masih di desa gitgit maka air terjun ini bernama air terjun kembar gitgit (gitgit twin waterfall) atau air terjun campuhan gitgit. Uniknya, tepat jatuhnya air ditampung ke dalam sebuah kolam kecil yang cukup dalam. Air terjun campuhan berada di antara tebing alami yang sempit dan juga dikelilingi pepohonan hijau dan rimbun sehingga suasana di sekitar air terjun agak gelap. Jadi untuk mendapatkan view yang indah, pengunjung harus melihatnya dari dekat, tidak seperti air terjun lainnya yang bisa disaksikan dari kejauhan.

Berkunjung ke air terjun ini kita akan ditawarkan keindahan air terjun yang lainnya dan lokasinya saling berdekatan, yakni Air Terjun Mekalongan yang memiliki tinggi 45 meter dan air Terjun Bertingkat. Kedua air terjun ini berada di bawah air terjun campuhan dan merupakan masih satu aliran air sungai.

Lokasi air terjun Campuhan
Air terjun campuhan berada di desa gitgit, kecamatan sukasada, kabupaten buleleng, bali. Dari bandara Ngurah Rai akan menempuh jarak sekitar 78 km atau dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 32 menit versi Google Map. Sedangkan dari pusat kota Denpasar menempuh jarak sekitar 65,8 km atau dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 3 menit dengan kendaraan bermotor dan dari objek wisata bedugul akan menempuh jarak sekitar 16,4 km atau dengan waktu tempuh 32 menit.

Karena jarak tempuh yang sangat jauh, alangkah baiknya jika berkungjung ke air terjun ini dari kawasan bandara ngurah rai mengunjungi beberapa objek wisata sejalur yakni pura taman ayun dengan kolamnya yang meneduhkan mata di mengwi, pakrik kata-kata jogger di luwus Tabanan, Danau Beratan dengan keunikan sebuah pura di tengah danau di bedugul, dan terakhir di desa wanagiri dengan objek wisata selfi danau kembarnya yakni danau buyan dan danau tamblingan. Jadi kita bisa melihat 3 danau dari 4 danau yang ada di bali lho, keren bukan.

Nah itu sekilas tentang air terjun campuhan. Semoga ini dapat dijadikan refrensi dalam mencari wisata alternatif selain pantai di bali, khususnya di bali utara. Salam lontriper.
Iklan