free counter with statistics Inilah Fakta Unik Tentang Pulau Bali
T7/08/2018

Inilah Fakta Unik Tentang Pulau Bali

Iklan
Iklan

Bali merupakan sebuah pulau yang terletak di sebelah timur pulau Jawa yang merupakan tujuan destinasi wisata dunia. Hampir tiap hari ribuan wisatawan mengunjungi pulau yang memiliki luas wilayah 5.633 km² ini. Walaupun Bali sudah terkenal hingga ke luar negeri, tetapi ada banyak hal yang mungkin jarang diketahui oleh publik. Untuk itu admin akan rangkum beberapa fakta menarik tentang Bali, baik itu menyangkut dalam hal geoleogi, budaya, sosial dan lingkungan masyarakatnya.
Inilah Fakta Unik Tentang Pulau Bali


1. Memiliki Dua Gunung Api Aktif
Walaupun pulau Bali memiliki luas wilayah hanya 4,4% dari pulau Jawa namun memiliki banyak gunung. Setidaknya di Bali terdapat 23 buah gunung, di mana terdapat dua gunung  yang masih aktif yakni Gunung Agung dan Gunung Batur. Gunung Batur memiliki ketinggian 1.717 m sedangkan Gunung Agung memikiki ketinggian 3.031 m. Kedua gunung ini menjadi wisata petualangan paling ngetren terutama oleh kalangan wisatawan mancanegara. Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di Bali yang sangat disucikan oleh umat Hindu. Untuk mencapai titik tertinggi gunung tersebut banyak pantangan yang harus dilaksanakan seperti tidak membawa daging sapi dan pada hari-hari tertentu tidak boleh mendaki.

2. Memiliki Empat Buah Danau
Tidak hanya memiliki banyak gunung yang siap untuk dijajal ketinggiannya, Bali juga memiliki danau yang sangat indah dan siap diekplor keunikannya. Pulau Bali memiliki empat buah danau yang populer di kalangan wisatawan yakni Danau Batur, Danau Buyan, Danau Beratan, dan Danau Tamblingan. Dari ke empat danau tersebut, Danau Beratan yang paling populer dikalangan wisatawan karena keunikannya yakni terdapat sebuah bangunan tempat suci Hindu di tengah-tengah danau dan menjadi ikon pariwisata Bali. Ada lagi danau yang jarang orang ketahui yang letaknya di Bali Timur yakni Danau Yeh Malet. Danau ini sekarang lagi ngetren di media sosial karena memiliki pemandangan yang sangat indah dan unik, terutama rumpunan eceng gondok yang menghiasi danau tersebut.

3. Perayaan Nyepi dan Antraksi Ogoh-Ogoh
Warga Bali tiap tahun (sekitar bulan Maret) merayakan perayaan Nyepi, di mana warga bali selama 24 jam tidak boleh melakukan aktivitas yakni tidak menyalakan api (termasuk listrik), tidak boleh berpergian, tidak mengadakan hiburan, dan tidak boleh bekerja. Sehari sebelum perayaan nyepi warga Bali akan turun ke jalan untuk menyaksikan dan mengarak ogoh-ogoh yaitu sebuah patung raksasa yang diarak keliling jalan raya. Walaupun perayaan Nyepi sudah diatur dalam Perda Pemerintah Bali, tetapi tidak semua orang Bali melaksanakan hari Raya Nyepi, fakta unik ini terjadi di desa wisata Tenganan Pegringsingan. Di desa wisata ini walaupun penduduknya beragama Hindu tetapi tidak melaksanakan hari raya Nyepi, mereka masih berpergian, bekerja ke luar rumah sebatas areal desa mereka dan menyalakan lampu pada saat malam hari. Tradisi tidak merayakan Nyepi ini sudah menjadi warisan leluhur warga Tenganan.

4. Sistem Wangsa dan Nama Orang Bali
Bali mengenal sistem wangsa yakni penggolongan sosial atas dasar keturunan, walaupun sebenarnya dalam weda hanya dikenal dengan istilah warna yang digolongkan karena sifat pekerjaan atau profesi yang ditekuni. Masyarakat Bali terbagi menjadi tiga golongan yang dikenal dengan sebutan Tri Wangsa, yakni Wangsa Brahmana, Ksatria, dan Jaba. Wangsa Brahmana berasal dari keturunan Dang Hyang Dwijendra dan Dang Hyang Astapaka, dengan embel-embel nama seperti Ida Bagus (untuk pria) dan Ida Ayu (untuk wanita) dan rumah tinggalnya disebut dengan nama Geria. Wangsa Ksatria berasal dari keturunan para Ksatria yang berasal dari Kediri dan Majapahit, dengan embel-embel nama Cokorda, Anak Agung, I Gusti dan I Dewa dan tempat tinggalnya disebut Jero atau Puri. Terakhir, Wangsa Jaba adalah golongan yang bertempat tinggal di luar Jero, Puri dan Geria, dengan embel-embel nama Wayan, Putu, Gede, Luh, Nyoman, Komang, Made, Kadek dan Ketut. Jadi jangan heran jika anda ke Bali menemukan sebutan nama yang sama.

5. Pulau Di Sekitar Bali
Tahukah anda bahwa sekitar pulau bali terdapat pulau-pulau kecil yang masih menjadi bagian dari provinsi bali? setidaknya ada delapan pulau-pulau kecil lho yang menjadi bagian dari pulau bali yakni Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, Pulau Serangan, Pulau Menjangan, Pulau Nusa Dharma, Pulau Peninsula, dan Nusa Pudut (Pulau Penyu). Dari semua pulau tersebut Pulau Menjangan, Pulau Nusa Dharma, Pulau Peninsula dan Pulau Pudut tidak berpenghuni. Walaupun tidak dihuni manusia, pulau tersebut menjadi incaran para wisatawan yang berlibur ke Bali. Misalnya pulau Menjangan yang dihuni oleh sekelompok menjangan ini merupakan spot menyelam yang sangat populer, bahkan terkenal hingga ke luar negeri. Pulau Nusa Dharma dan Pulau Peninsula terletak di kawasan wisata Nusa Dua yang sering diadakan event-event penting tiap tahunnya seperti Nusa Dua Fiesta dan Festival Light Nusa Dua. Bahkan di Pulau Peninsaula terdapat objek wisata yang sangat populer yakni Water Blow Nusa Dua.

6. Julukan Untuk Pulau Bali
Pulau Bali terkenal dengan julukan sebagai Pulau Dewata atau The Island of Gods karena kentalnya budaya Hindu, seperti banyaknya sesaji yang dipersembahkan untuk dewata penjaga di berbagai tempat di Bali. Tidak mengherankan jika hampir setiap hari kita akan jumpai penganut Hindu di Bali melakukan persembahan kepada para dewa untuk menjaga kedamaian pulau Bali. Selain itu, julukan lainnya yakni The Island of Paradise karena memiliki keindahan alam yang tidak akan ditemui di tempat lain. Keindahannya seperti layaknya sebuah surga. The Island of Thousand Temples, karena hampir tiap pekarangan rumah penduduk yang beragama Hindu terdapat sebuah pura.  The Morning of The World, karena mentari pagi di Pulau Bali memang sangat indah, tidak mengherankan jika keindahan matahari terbitnya menjadi incaran para pelancong, baik pelancong mancanegara maupun nusantara. Sebutan bali sebagai The Morning of The World diberikan oleh Perdana Menteri India, Pandit Jawahral Nehru, saat berkunjung ke Bali ditemani oleh Presiden Soekarno pada tahun 1950-an. Nah untuk yang baru-baru ini Bali mendapat julukan sebagai The Island of Love yang diberikan oleh Julia Roberts pada saat melakukan shoting untuk filmnya yang berjudul Eat Pray Love. Di dalam film tersebut mengisahkan perjalanan Julia Roberts yang ingin menemukan kebahagiaan. Ia pergi Italia untuk menikmati makanan (eat), lalu ke India untuk melakukan yoga dan berbagai kegiatan (pray), terakhir dia pergi ke Bali yang akhirnya menemukan cintanya (love). Dengan adanya film ini maka Bali pun kemudian dapat julukan pulau cinta.

7. Sistem Pengairan
Bali memiliki sistem pengairan pertanian yang dikenal dengan sistem Subak, merupakan sebuah organisasi yang mengatur tentang tata cara pengairan atau irigasi di sawah. Tidak saja organisasi tradisional ini juga mengatur anggotanya dalam pengaturan upacara keagamaan untuk sumber mata air irigasi, mengatur gotong royong saat membajak sawah, menanam benih maupun saat panen. Tahukah anda bahwa sistem subak ini sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Subak masuk dalam dalam dua kategori warisan budaya dunia yakni warisan budaya benda (Pura Subak, sawah dan sistem irigasinya) dan warisan budaya tak benda (nilai-nilai sosial dan semangat gotong royong yang terdapat dalam subak).

8. Fauna Asli Bali
Hewan endemik Bali yang paling mudah kita temui adalah Jalak Bali. Burung yang gemar berkicau ini merupakan burung langka, yang hanya ditemukan di hutan bagian Bali Barat. Burung ini menjadi ikonik dari provinsi Bali. Tidak hanya Jalak Bali, beberapa binatang asli Bali yang masih hidup yakni banteng Bali dan penyu Hijau. Penyu Hijau akan sangat mudah ditemui di Pulau Serangan karena di sini terdapat penangkaran penyu tersebut.

9. Perayaan Galungan
Jika anda berkunjung ke Bali pada saat hari raya Galungan, maka dengan semarak anda bisa menyaksikan penjor yang berjejer rapi di pinggir jalan, bahkan sampai ke gang-gang rumah penduduk. Namun fakta unik lagi tidak semua penduduk Hindu Bali memasang penjor di depan rumah mereka, salah satunya adalah Desa Tenganan mereka tidak membuat penjor Galungan, bahkan dalam prosesi perayaan hari raya Galungan terkesan biasa saja, tidak seperti di desa lainnya yang terlihat penuh kemeriahan dan suka cita. Begitu juga dengan Bali Utara yang tidak melaksanakan perayaan Galungan semeriah di Bali Selatan dan Bali Timur. Untuk Bali Utara perayaan akan meriah pada saat hari Raya Pagerwesi.

10. Budaya Bali Utara dan Selatan Berbeda
Perbedaan pengaruh dari kebudayaan Hindu dari jaman Majapahit dulu, menyebabkan ada dua bentuk masyarakat Bali, yaitu masyarakat Bali Aga dan masyarakat Bali Majapahit. Masyarakat Bali Aga yang sebagian besar berada di Bali Utara (Buleleng) kurang sekali mendapat pengaruh dari kebudayaan Hindu dari Majapahit dan mempunyai struktur tersendiri. Orang Bali Aga pada umumnya mendiami desa-desa di daerah pegunungan seperti Sembiran, Cempaga, Sidatapa, Pedawa, Tigawasa, di Kabupaten Buleleng. Sedangkan orang Bali Majapahit yang pada umumnya diam di daerah-daerah dataran (Bali Selatan), merupakan bagian yang paling besar dari penduduk Bali yang sudah terpengaruh dengan kebudayaan Hindu dari kerajaan Majapahit. Dalam penunjukan arah juga berbeda untuk orang Bali utara dan Orang Bali selatan. Untuk orang Bali Utara kaja berarti selatan, sedangkan untuk orang Bali selatan kaja berarti utara. Sebaliknya kelod untuk orang Bali utara berarti utara, dan untuk orang bali selatan berarti selatan. Perbedaan ini tidak saja tampak dalam penunjukan arah dalam bahasa Bali, tapi juga dalam aspek kesenian dan juga sedikit aspek bahasa. Konsep kaja kelod itu nampak juga dalam kehidupan sehari-hari, dalam upacara agama, letak susunan bangunan-bangunan rumah kuil dan sebagainya.


Nah demikian sekilas fakta unik tentang Bali, semoga nantinya ika anda berkunjung dan wisata keluarga ke Bali, punya sedikit pemahaman tentang fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Semoga liburan anda ke Bali menjadi berkesan dan menyenangkan. Silahkan baca juga info-info lainya tentang tempat wisata di Bali, baik itu tempat wisata yang lagi ngehits di sosial media maupaun tempat wisata yang sudah terkenal hingga ke luar negeri ada diblog ini. Salam longtriper.

Iklan