free counter with statistics 33 Diorama Di Museum Bajra Sandi Bagian 4
T1/11/2015

33 Diorama Di Museum Bajra Sandi Bagian 4

Iklan
Iklan
Postingan 33 Diorama Di Museum Bajra Sandi Bagian 4 ini merupakan lanjutan dari 33 Diorama Di Museum Bajra Sandi Bagian 3. Oke langsung saja ke intinya.

Diorama ke 25-28 Di Museum Bajra Sandi


25. Menyebarluaskan Berita Proklamasi tahun 1945
Dalam dioarama ke 25 ini menceritakan Mr. Puja berdiri menyerahkan surat mandat kepada Menseibu (penguasa Jepang). Pada saat itu juga dilakukan pengibaran bendera merah putih. Menindaklanjuti kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta di Jakarta, kemudian Mr. I Gusti Ketut Pudja datang dari Jakarta yang mendapat mandat sebagai Gubernur Provinsi Sunda Kecil, secara resmi menyampaikan berita kemerdekaan ini ke seluruh plosok desa di Bali melalui organisasi-organisasi pemuda yang sudah terbentuk. Selain itu, beliau menerima penyerahan mandat dari Menseibu (penguasa Jepang) di kota Singaraja dan pada saat itu juga dilakukan pengibaran Bendera Sang Saja Merah Putih menggantikan Bendera Hinomaru.

26. Pusat Komando Pemuda Republik Indonesia (PRI) pada September 1945
Pada diorama ini menceritakan para pemuda bersemangat memekikan salam merdeka dan ada juga yang mengibarkan bendera merah putih. Setelah rakyat Bali mengetahui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia melalui berita proklamasi yang di bawa oleh Mr. I Gusti Ketut Pudja, maka dibentuklah badan-badan perjuangan yang dimotori para pemuda pelajar yang bermarkas di gedung sebelah selatan Alun-Alun Puputan Badung dengan namaPusat Komando PRI yang kini menjadi kodim 1611 Badung. Dari gedung inilah semua kegiatan perjuangan dikendalikan untuk menghadapi segala kemungkinan, khususnya kedatangan Belanda yang membonceng tentara Sekutu.

27. Peristiwa Bendera Di Pelabuhan Buleleng pada 27 oktober 1945
Diorama ini menceritakan terjadi peristiwa tembak menembak antara tentara belanda dari atas kapal Abraham Grijn dengan para pemuda di Pelabuhan Buleleng dan pada peristiwa ini pemuda I Ketut Merta gugur sebagai kusuma bangsa. Peristiwa ini terjadi karena pasukan Belanda merampok logistik di gudang pelabuhan dan mengibarkan bendera Belanda di kantor Bea Cukai. Akibat peristiwa ini pasukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) melakukan perang Grilya dan terjadi tembak-menembak dengan tentara Belanda yang ada di atas kapal tersebut.

28. Pertempuran Laut Di Selat Bali 1946
Diorama ini mencerittakan pada tanggal 4 April 1946 sekitar jam 8 malam terjadi pertempuran di Selat Bali antara pasukan pemuda di bawah pimpinan Kapten Markadi melawan kapal patroli Belanda. Kapten Markadi membantu perjuangan di sunda kecil berangkat dari Pelabuhan Banyuwangi dengan 16 perahu dan 160 orang pasukan. Di pagi harinya mereka di kejar oleh motor boat Belanda kemudian karena terdesak terjadilah pertempuran laut di selat Bali.
 Diorama ke 29-32 Di Museum Bajra Sandi
29. Serangan Umum Terhadap Tangsi Nica 1946
Dalam diorama ini menceritakan penyerbuan terhadap tangsi NICA yang berada di Tangsi Kayumas Kota Denpasar. Salah seorang perwira Ida Bagus Japa gugur dalam peritiwa tersebut. Peristiwa ini diawali pada tanggal 18 April 1946 di Pagutan diadakan rapat untuk merancang serangan terhadap tangsi NICA di kayumas, Kreneng dan Satria. Penyerangan dipimpin oleh Mayor Sugianyar dan dilaksanakan pada malam hari bulan mati. Tangsi Kayumas diserbu dipimpin oleh Ida Bagus Japa dari timur dan utara. Namun dalam pertempuran itu Ida Bagus Japa gugur. Kemudian pasukan pemuda mundur kearah timur menuju Tegeh kori dan Penatih.

30. Pembentukan Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia Sunda Kecil 1946
Dalam diorama ini menceritakan pada tanggal 16 April 1946 di rumah I Dewa Nyoman Jehen di Munduk Malang diadakan rapat untuk pembentukan DPRI Sunda Kecil di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai.

31. Pertempuran Tanah Aron 1946
Dalam diorama ini menceritakan pertempuran yang sangat hebat terjadi di Tanah Aron yang terletak di lereng Gunung Agung melawan pasukan NICA. Dalam peristiwa ini pasukan yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai semuanya selamat sedangkan dari pihak NICA banyak serdadunya yang terbunuh.

32. Pertempuran Marga 1946
Diorama ini menceritakan pertempuran besar yang terjadi antara pasukan Ciung Wanara yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai melawan tentara Belanda pada tanggal 20 November 1946. Pada peritiwa tersebut I Gusti Ngurah Rai gugur bersama seluruh pasukannya, sehingga perang ini dikenal dengan nama “Puputan Margarana”

 Diorama ke 33 Di Museum Bajra Sandi
33. Bali Dalam Mengisi Kemerdekaan 1950 – 1975
Dalam diorama yang terakhir ini menceritakan pembangunan daerah Bali yang berlandaskan kebudayaan yang dijiwai oleh agama Hindu yang mengutamakan di bidang pariwisata, kebudayaan (Taman Werdi Budaya), Pendidikan (Kampus Universitas Udayana) dan pertanian.

Nah demikian 33 Diorama Di Museum Bajra Sandi Bagian 4. Mohon maaf jika ada kata atau penulisan yang salah dalam postingan ini. Semoga dengan mengetahui diorama ini kita mampu menjadi orang yang gigih memperjuangkan bangsa kita menjadi lebih baik.
Iklan