free counter with statistics Monumen Puputan Klungkung, Tempat Nongkrong Malam Hari di Bali
T12/30/2018

Monumen Puputan Klungkung, Tempat Nongkrong Malam Hari di Bali

Iklan
Iklan

Bali sebagai tujuan wisata nusantara dan internasional terus mengembangkan dan merenovasi beberapa tempat wisata yang menjadi ikon, salah satunya monumen puputan Klungkung yang menjadi ikon pariwisata bumi serobotan ini. Monumen yang berada dekat dengan objek wisata taman kerta Gosa ini kini terus dipercantik untuk menarik para pengunjung. Tujuan dibangunnya monumen ini tidak semata-mata untuk menarik kunjungan wisatawan tetapi untuk mengenang jasa para pahlawan yang mengusir penjajah dari bumi Bali ini pada tanggal 28 April 1908 yang dikenal dengan Perang Puputan Klungkung. Karena monumen ini sangat unik dan indah, kini monumen ini menjadi tempat wisata yang sangat menyenangkan di Kota Semarapura, sama halnya seperti monumen Bajra Sandhi yang juga menjadi tempat wisata populer di Bali.
Monumen Puputan Klungkung, Tempat Nongkrong Malam Hari di Bali
Suasana malam hari di monume Puputan Klungkung

Monumen ini sangat mudah sekali diakses karena berdiri di tengah-tengah kota Semarapura (kabupaten Klungkung) tepatnya di jalan Untung Surapati. Lokasi monumen ini sangat strategis karena tepat berada di jantung kota Semarapura. Monumen Puputan Klungkung menjulang tinggi dengan ketinggian sekitar 28 meter dan berdiri di areal tanah dengan luas sekitar 128 m2. Bentuk monumen ini melambangkan lingga dan yoni. Monumen ini memiliki 4 pintu masuk yang berada di sebelah utara, timur, selatan dan barat dari bangunan lingga di bagian bawah. Di tengah-tengah antara ruangan berpetak dengan lingga terdapat bangunan kubah bersegi delapan yang alasnya dihiasi dengan kembang teratai sebanyak 19 buah. Di dalam monumen puputan klungkung terdapat patung raja Klungkung Ida I Dewa Agung Jambe bersama pengikutnnya yang setia dan kisah perjuangan rakyat Klungkung dalam perang puputan melawan Belanda. Selain itu, di dalam monumen puputan klungkung juga terdapat diorama-diorama seperti yang ada di monumen Bajra Sandhi Renon.

Untuk menambah kenyaman para pengunjung ke monumen ini, maka pemerintah setempat sudah menyediakan bale bengong untuk beristirahat. Bale bengong ini berada di setiap sudut halaman monumen. Selain sebagai tempat istirahat pada siang hari, biasanya bale bengong ini dimanfaatkan sebagai tempat belajar kelompok oleh para pelajar Kota Semarapura. Di depan monumen ini dijadikan tempat nongkrong bagi anak-anak muda untuk bermain skate board.

Pada malam hari monumen ini digunakan tempat nongkrong yang asik karena sudah tersedia layar videotron yang menanyangkan stasiun tv nasional. Bahkan jika ada acara pertandingan bola, monumen ini digunakan sebagai tempat nonton bareng (nobar) yang sangat seru. Apalagi tidak jauh dari lokasi monumen ini terdapat pasar malam atau pasar senggol yang siap mengisi perut para pengunjung dengan aneka kulinernya. Tidak hanya menyediakan aneka kuliner khas Bali, pasar malam ini juga menjual aneka keperluan sehari-hari seperti baju, sepatu, bahkan di sini juga tersedia tanaman hias lho. Bagi yang ingin menikmati sisi lain Kota Semarapura sambil berbelanja ke Pasar Malam Semarapura coba datang ke monumen puputan Klungkung bersama teman-teman atau keluarga.
Iklan