T8/02/2017

Tempat Wisata Pura Tirta Empul Gianyar Bali

Tampaksiring merupakan nama sebuah kecamatan yang berada di kabupaten Gianyar. Dari kota Gianyar untuk menuju desa ini memerlukan jarak kurang lebih 17 km atau memerlukan waktu 32 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor. Di Tampaksiring ini terdapat banyak destinasi wisata yang sangat terkenal dan menjadi incaran para traveler kelas dunia. Salah satu tempat wisata yang paling populer di kalangan wisatawan mancanegara yakni tempat wisata Pura Tirta Empul.

Pura Tirta empul menjadi populer dikalangan wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun domestik karena tempat ini sangat strategis, satu jalur menuju tempat wisata Kintamani dari tempat wisata Desa Ubud. Bahkan mantan presiden Amerika Serikat, Barak Obama bersama keluarganya sempat mengunjungi tempat wisata pura tirta empul ini pada tanggal 27 juni 2017. Uniknya, di sebelah barat tempat wisata Pura Tirta Empul pada ketinggian terdapat Istana Presiden yang dibangun pada pemerintahan Presiden Soekarno.

Di tempat wisata Pura Tirta Empul ini terdapat pemandian suci yang khusus untuk pemelukatan (pembersihan diri) yang bernama Tirta Empul. Secara etimologi Tirta Empul terdiri dari dua kata yakni tirta yang artinya air suci dan empul yang artinya keluar dari dalam tanah. Jadi Tirta Empul dapat diartikan sebagai air suci yang menyebur keluar dari tanah. Kemudian tempat suci yang ada di kawasan pemandian suci ini juga diberi nama yang sama yakni Pura Tirta Empul. Air dari Tirta Empul ini akan mengalir ke Tukad Pakerisan. Sepanjang aliran sungai ini terdapat beberapa peninggalan purbakala seperti candi tebing Gunung Kawi dan relief Bebitra.
Tempat Wisata Pura Tirta Empul Gianyar Bali
Pancoran suci di Pura Tirta Empul
Menurut beberapa sumber, pemandian suci Tirta Empul ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Sri Candrabhaya Singha Warmadewa. Sedangkan pura tirta empul dibangun pada masa pemerintahan Raja Masula Masuli. Sama seperti pura pada umumnya di Bali, kawasan pura Tirta Empul dibagi menjadi tiga bagian yang disitilahkan dengan mandala, yakni nisata mandala (halaman muka), madya Mandala (halaman tengah), dan utama mandala (halaman dalam). Pada nista mandala terdapat kolam yang dihuni ribuan ikan, candi gelung (kori agung) yang bisanya dipakai sebagai spot untuk berfoto-foto wisatawan asing, dan wantilan sebagai tempat istirahat bagi pengunjung yang hendak melakukan persembahyangan ataupun sebagai tempat mempersiapkan sarana dan prasarana untuk melakukan pemelukatan.
Pura Tirta Empul Gianyar Bali
Kolam ikan di Pura Tirta Empul
Selain bangunan-bangunan di atas, pada area nista mandala juga terdapat kolam pancuran permandian sebagai tempat untuk melukat.Terdapat dua buah kolam persegi empat panjang dan sebuah kolam berbentuk persegi. Kolam tersebut mempunyai 30 buah pancuran yang berderet dari Timur ke Barat menghadap ke Selatan. Masing-masing pancuran itu menurut tradisi mempunyai nama tersendiri diantaranya pancuran Pengelukatan, Pebersihan, Sudamala dan Pancuran Cetik (Racun). Kolam di Pura Tirta Empul ini lebih mirib seperti Kolam Pemandian Air Panas Banjar, namun bedanya adalah pancuran di Pemandian Air Panas Banjar berbentuk kepala naga namun jika di Pura Tirta Empul ini pancurannya lebih mirib seperti cangkang keong.

Air yang dialirkan oleh pancuran ini cukup dingin dan segar, karena air ini baru saja muncul dari sumber mata air tanah. Umat hindu yang melakukan ritual pelukatan di kolam ini terlebih dahulu mempersembahkan sebuah ‘canang’ dan dupa yang diletakkan tepat diatas pancuran. Sembari melakukan pelukatan, umat hindu akan berdoa sesuai keinginannya.

Para wisatawan diperbolehkan untuk ikut menyucikan diri di kolam pancuran ini, syarat utamanya adalah anda harus mengguanakan ‘kamen’, semacam sarung adat khas Bali yang biasa dikenankan oleh umat Hindu Bali saat bersembahyang di dalam pura. Tidak mengherankan pada saat berkunjung ke tempat wisata ini akan terlihat wisatawan asing ikut melakukan pembersihan diri (melukat) dipancuran ini dengan ikut mengantre dengan masyarakat setempat yang juga melakukan ritual pemelukatan.

Pada madya mandala (halaman tengah) merupakan area sumber mata air dari aliran yang nantinya akan dialirkan ke pancuran-pancuran pada nista mandala. Sumber mata air suci ini diberi nama Tirtha Ceeng. Tirtha ceeng ini memiliki semburan air yang terus mengalir setiap harinya dengan debit air yang konstan meski sedang musim kemarau maupun penghujan. Sedangkan pada utama mandala (halaman dalam) terdapat bangunan utama yang bernama Tepassana. Bangunan suci ini merupakan stana dari Dewa Indra (Tuhan Yang Maha Esa sebagai penguasa hujan dan petir). Bangunan ini yang menajdi ciri khas dari pura tirta empul dan berbeda dengan pelinggih pada umumnya, karena pada atasnya terlihat separuh dan ditumbuhi rumput ilalang yang dibiarkan tumbuh begitu saja.

Untuk menunjang kegiatan kepariwisataan di tempat wisata pura tirta empul, pemerintah setempat sudah meneydiakan fasilitas yang memadai seperti akses jalan yang sudah diaspal sangat baik, area parkir yang sangat luas, toilet, warung makan dan minuman, restoran, dan penginapan. Untuk menikmati suasana di tempat wisata ini kita harus membayar tiket sebesar Rp 15.000 per orang dan juga membayar retribusi parkir sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan untuk mobil harus membayar Rp 5.000. Jam buka tempat wisata ini pukul 07.00 s/d 17.00 WITA setiap harinya. Jika ada perayaan keagamaan misalnya perayaan nyepi, maka tempat wisata ini akan ditutup sementara.

Lokasi dan Cara Akses ke Pura Tirta Empul

Lokasi tempat wisata Pura Tirta Empul berada di Jl. Tirta, Desa Manukaya, kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Dari Bandara Ngurah Rai berjarak kira-kira 54 km (sekitar 1 jam 36 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor) dan dari kota denpasar berjarak kira-kira 41 km (sekitar 1 jam 11 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor). Untuk mengakses tempat ini kamu wajib membawa kendaraan pribadi, sebab tidak ada angkutan umum yang melayani trayek ke tempat ini. Silahkan lihat Google Map di bawah ini.
Adapun tempat wisata yang dekat dengan pura tirta empul yakni candi tebing gunung kawi, Ubud Monkey Forest, tegalalang rice terrace, bukit campuhan, Goa Gajah, dan Yeh Pulu. Semoga ini menjadi refrensi wisata anda berlibur ke Pulau Dewata. Salam longtriper.

0 Response to "Tempat Wisata Pura Tirta Empul Gianyar Bali"

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar dengan sopan dan tidak mengandung unsur SARA atau pornografi serta tidak ada link aktif