free counter with statistics Inilah 20 Desa Wisata Yang Ada Di Kabupaten Karangasem Bali Timur
T2/22/2018

Inilah 20 Desa Wisata Yang Ada Di Kabupaten Karangasem Bali Timur

Iklan
Iklan

Pada era digital ini sekarang sudah bermunculan destinasi wisata baru yang sebelumnya tidak banyak yang mengetahui keberadaan, kini menjadi terkenal berkat bantuan dunia teknologi dan informasi, khususnya media sosial yang berkembang sangat pesat. Tidak hanya tempat wisata saja, sekarang di Bali sudah mulai bermunculan desa wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan. Hampir tiap kabupaten dan kota di bali memiliki desa wisata dengan keunikan tersendiri, termasuk kabupaten karangasem.
Inilah 20 Desa Wisata Yang Ada Di Kabupaten Karangasem Bali Timur
Taman Ujung salah satu destinasi wisata di Karangasem

Kabupaten Karangasem kini telah mengembangkan beberapa desa wisata yang menopang kepariwistaan di kabupaten yang mendapat julukan “Bumi Lahar” dan “Bumi Magibung”. Tujuannya untuk menarik kunjungan wisatawan ke Bali Timur, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa tersebut. Tidak hanya didukung oleh pesona keindahan alam yang memikat, desa wisata yang ada di Karangasem juga memiliki keunikan dalam hal kesenian, adat istiadat, tradisi dan atraksi budaya.

Berikut admin bagikan 20 desa wisata yang unik dan menarik yang ada di Karangasem Bali.

1. Desa Wisata Jasri
Selain memiliki pemandangan alam yang indah dan kehidupan tradisional, desa wiata Jasri juga menyuguhkan kesenian dan pertunjukan budaya yang menarik. Desa ini memiliki tradisi kuno yang disebut ter-teran atau perang api yang dilakukan setiap tahun, yakni sehari sebelum Perayaan Nyepi. Selain ter-teran, ada juga perkusi tradisional yang disebut tambur jasri serta tarian sakrak rejang jasri. Wisatawan juga bisa melihat proses pembuatan dodol, sokasi, dan gerabah secara langsung yang dilakukan oleh penduduk setempat. Bahkan desa wisata ini mendapat predikat sebagai Desa Wisata terbaik pada tahun 2013. Lokasi: Desa Pekraman Jasri, Desa Subangan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.

2. Desa Wisata Tumbu
Di Desa Tumbu terdapat tempat wisata yang sangat populer di Bali Timur yakni Istana Air Taman Sukasada Ujung. Di taman ini terdapat sebuah istana raja yang lokasinya berada di tengah sebuah kolam. Taman Ujung merupakan salah satu mega karya Bali yang dibangun dengan melibatkan arsitek dari Bali, Belanda, dan Cina sehingga menghasilkan seni bangunan kombinasi dari arsitektur Bali, Cina dan Eropa. Dari Taman ujung wisatawan juga bisa melihat laut lepas dengan pantai Ujungnya yang sangat indah ketika matahari tenggelam. Tidak seperti pantai lainnya, Pantai Ujung tidak berpasir melainkan berbatu yang sudah disusun sedemikian rupa untuk menghindari abrasi yang terus menggerus pantai ini. Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke desa ini bisa melihat aktivitas warga setempat dalam membuat anyaman yang berbahan daun pandan. Lokasi: Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.

3. Desa Wisata Bugbug
Desa Bugbug terkenal akan keindahan perbukitannya dengan view lautnya yang sangat keren. Di desa ini juga terdapat tempat berkemah yang sangat populer di Bali yang bernama Taman Harmoni Bali di Bukit Asah. Selain itu, di desa ini juga terdapat pantai yang sangat keren yakni pantai Virgin yang berpasir putih dan pantai Bugbug yang berpasir hitam. Selain pesona alam yang indah, desa Bugbug juga memiliki tradisi unik seperti Ngusaba Gumang yang dilaksanakan di Bukit Gumang dan Tradisi Manda yang dirayakan sehari sebelum Nyepi Adat. Di desa ini juga ada sebuah tarian kuno yang hingga kini tetap dilestarikan yakni Tari Sang Hyang Bojog. Lokasi: Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.

4. Desa Wisata Pertima
Desa Pertima terdiri dari tiga Desa Adat yaitu Desa Adat Perasi, Desa Adat Timbrah, dan Desa Adat Asak. Kata “Pertima” merupakan singkatan dari ketiga desa adat tersebut yakni Per = Perasi, Tim = Timbrah, dan A = Asak. Desa Pertima memiliki adat istiadat, budaya dan alamnya yang indah yang berupa pantai, perbukitan, sawah dan perkebunan. Pantai Bangklangan merupakan destinasi wisata pantai yang ada di desa pertima dengan kondisi pantai yang belum tejamah membuat pantai bangklangan masih sangat alami. Selain itu, di desa ini juga terdapat perbukitan yang indah sekaligus tempat berkemah yang bernama Bukit Apen. Areal persawahan yang ada di desa ini berupa sawah terasering persawahan yang luas tentunya memiliki view yang sangat indah. Desa Pertima terdapat area perkebunan yakni perkebunan khusus untuk perlengkapan upacara ritual umat Hindu dan perkebunan khusus untuk tanaman obat-obatan. Selain potensi wisata alam yang sangat keren, desa ini juga memiliki tradisi unik yakni  Usaba Kasa, Tari Rejang Desa Adat Asak, Usaba Kaulu, Meami-amianan dan Usaba Sumbu, Usaba Kedasa, Usaba Sumbu atau Usaba Guling, Usaba Dalem dan tradisi Mabarang. Lokasi: Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.

5. Desa Wisata Budakeling
Desa Budakeling yang berada tepat di bawah kaki Gunung Agung memiliki pemandangan  hamparan  sawah  dan bukit  indah yang masih  alami sehingga cocok  dijadikan sebagai tempat trekking. Wisatawan bisa berkeliling desa untuk mengenal bagaimana kehidupan masyarakat di desa ini. Selain pesona alam, daya tarik dari desa budakeling ini adalah wisata budayanya seperti tarian perang api, kolaborasi seni antara seni Burdah dari masyarakat Jawa dengan seni Cekepung dari Bali, alat musik gambuh, dan alat musik parwa. Di desa ini juga ada tradisi meter-teran. Keunikan tradisi ini yaitu media yang digunakan adalah sabut kelapa yang dibakar dengan api, tradisi ini juga sering disebut dengan perang api. Lokasi: Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.

6. Desa Wisata Kastala
Di Desa Kastala wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang indah terdapat persawahan yang luas, sungai yeh sayang yang mengalirkan air jernih dan segar, hutan yang hijau dan asri, dan masyarakat yang membuat anyaman rotan. Selain memiliki pesona alam yang indah, desa kastala juga memiliki tradisi unik seperti tabuh rah (sabung ayam), Gebug Papah (perang menggunakan pelepah pisang), Tari Rejang Desa, Tari Solah Kepet, Tari Baris Bedil dan juga persembahan warga dengan cara tetimbangan tradisional yang dilaksanakan di bale yang ada di pura. Lokasi: Desa Kastala, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.

7. Desa Wisata Sibetan
Desa Sibetan terkenal sebagai sentra budidaya salak Bali yang merupakan buah ikonik kabupaten karangasem dengan rasa yang manis. Selain menawarkan agrowiata salah Bali, desa sibetan juga memilki alam yang sangat keren. Desa Sibetan memiliki beberapa bukit yang indah, di tempat ini wisatawan bisa melakukan aktivitas camping, yoga dan masih banyak aktivitas outbond yang lain. Dari perbukitan pengunjung bisa melihat indahnya laut selatan Karangasem, Pelabuhan Teluk Amuk dan bukit-bukit menghijau di sekitarnya. Lokasi: Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali.

8. Desa Wisata Jungutan
Desa Jungutan berada di kaki gunung Agung sehingga memiliki pemadangan yang indah dan sejuk dengan hawa udara yang segar. Wisatawan yang ingin mendaki gunung agung bisa mengambil jalur pendakian di desa ini. Selama pendakian wisatawan bisa menikmati pemandangan alam yang sangat indah dengan banyak pepohonan dan tanaman-tanaman yang menarik. Selain itu, desa ini memiliki destinasi wisata perbukitan yang sedang hits yakni Bukit Nampo, atau yang lebih dikenal dengan nama “Bukit Surga” karena keindahannya yang tiada tara. Dari perbukitan ini, jika melihat ke bawah, akan terlihat persawahan yang luas dan perkebunan yang mengijau. Lautan luas membentang di sisi tenggara pulau Bali dengan awan putih yang beriringan di atasnya. Kawasan ini sangat bagus untuk melihat matahari terbit di kala pagi hari. Sedangkan di malam hari, kelap kelip lampu di wilayah Karangasem termasuk di Kota Amlapura yang menambah indahnya suasana. Jika ingin merasakan sensasi melihat matahari terbit dan pesona malam hari di Bukit Nampo, coba berkemah di bukit ini. Lokasi: Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem,Karangasem, Bali.

9. Desa Wisata Tenganan
Keunikan desa Tenganan terdapat bangunan penduduk yang masih traditional walaupun jaman sudah sangat maju tetapi warga tetap mempertahankan bentuk rumahnya tetap sederhana. Di desa ini wisatawan bisa membeli kain tenun tradisional khas tengenan yang bernama “Kain Tenun Gringsing”. Penduduk desa ini sudah terkenal dengan keahliannya menenun kain Gringsing secara turun temurun. Setiap tahun sekitar pertengahan bulan Juli, digelar tradisi Mageret Pandan (perang pandan) yang dilakukan oleh dua pemuda desa, mereka saling sayat menggunakan daun pandan berduri di atas panggung mereka. Selain itu, di desa tua ini juga terdapat tradisi Maling-Malingan. Dalam tradisi ini diawali oleh empat orang pria mencuri daging babi mentah yang digantung warga di Bale Agung dan Bale Petemu Kelod. Lalu maling tersebut dikejar oleh warga desa. Dari semua maling tersebut ada yang berhasil kabur dari kejaran warga, sedangkan maling yang ditangkap akan digiring oleh warga ke tempat mencuri kemudian dihias dengan cat tembok agar tampil lucu mirip seperti badut. Lokasi: Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.

10. Desa Wisata Tanah Ampo
Desa Tanah Ampo terkenal dengan keindahan pantainya. Selain itu, di desa ini juga terdapat dermaga kapal cruise internasional dengan view yang sangat keren di sekitar dermaga tersebut. Hamparan pantai terbentang luas dengan latar belakang bukit hijau yang berpadu serasi dan menyuguhkan panorama alam yang masih asri dan alami. Lokasi: Desa Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.

11. Desa Wisata Padangbai
Desa Padang Bai terkenal akan keindahan pantai psair putihnya yang eksotis. Setidaknya di sini terdapat tiga titik pantai yang berpasir putih, yakni Pantai Padang Kurungan, Pantai Padang Bai dan Pantai Bias Tugel. Pesona bawah lautnya juga sangat menarik dikunjungi karena terumbu karangnya masih alami, sehingga kawasan laut di desa Padang Bai menjadi spot menyelam sangat populer di pulau Bali. Lokasi: Desa Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.

12. Desa Wisata Antiga
Desa Antiga menawarkan destinasi wisata yang sangat keren yakni Labuan Amuk. Tidak hanya pesona pantainya, pesona bawah lautnya juga tidak kalah keren. Dengan adanya Odyssey Submarine Bali yakni aktivitas wisata kapal selam yang bisa melihat keindahan bawah lautnya. Selain wisata bahari, di desa Antiga juga terdapat jalur trekking yang menyusuri perbukitan yang sangat indah. Lokasi: Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.

13. Desa Wisata Selumbung
Desa Selumbung menawarkan wisata trakking untuk menikmati pesona desa ini. Wisatawan akan menyusuri daerah perkebunan milik warga dan melihat warga dalam mengolah perkebunannya. Setelah puas melihat perkebunan warga, perjalanan bisa dilanjutkan menuju air terjun yang memiliki panorama yang sangat memukau mata. Air terjun yang ada di desa ini memiliki air yang jernih,bersih, dan menyegarkan sehingga cocok untuk mencuci muka maupun untuk menyegarkan badan setelah menyusuri perkebunan warga. Tidak hanya menawarkan keindahan air terjun, di desa ini juga memiliki perbukitan yang sangat menawan, di mana dari  puncak bukit wisatawan akan melihat pemandangan yang sangat menawan, seperti lembah, bukit, persawahan, pemukiman penduduk, lautan dan kebun kelapa yang sangat luas. Lokasi: Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.

14. Desa Wisata Gegelang
Desa Gegelang memiliki wisata perbukitan yang sangat indah, asri dan hijau. Salah satunya yakni Bukit Cemeng. Dari perbukitan ini wisatawan akan disajikan pesona laut selatan Bali yang sangat indah dan membiru dengan gugusan kepulauan Nusa Penida. Di desa ini masih memiliki sungai yang mengalir jernih dan segar. Di desa ini wisatawan bisa melakukan trakking untuk menyusuri alam pedesaan dengan aktivitas penduduknya. Lokasi: Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.

15. Desa Wisata Duda Timur
Potensi alam yang dimiliki sangat menarik seperti objek wisata Bukit Putung dan Air Terjun Jagasatru. Di desa ini memiliki tradisi yang unik, yakni sebelum hari raya Nyepi, masyarakat di desa ini menggelar ritual besar yang dinamakan Ngusaba Dodol atau Ngusaba Dalem. Sebelum ke puncak acara, berbagai tradisi kuno juga telah digelar, salah satunya tradisi siat api atau perang api. Siat api menggunakan sarana prakpak atau obor dari daun kelapa kering, dilaksanakan tepat memasuki sandikala (menjelang malam). Siat Api adalah pertempuran menggunakan api, yakni dengan cara membenturkan prakpak atau obor dari kelapa kering yang sudah dinyalakan dengan api. Lokasi: Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali.

16. Desa Wisata Peringsari
Desa Peringsari juga memiliki tradisi Ngusaba Dodol di mana hampir semua warga di desa ini membuat dodol di rumah masing-masing kemudian dibawa ke Pura Dalem sebagai sarana upakara. Ngusaba Dodol merupakan bentuk syukur masyarakat Desa Peringsari kepada Tuhan. Tiga hari sebelum upacara Ngusaba Dodol diadakan, ada serangkaian ritual persiapan yang di laksanakan oleh masyarakat di desa ini, yakni Mesiat Sarang. Sarang merupakan alas untuk menumbuk ketan bahan jaja uli pada lesung. Sarang terbuat dari daung enau (ron) yang dirajut menyerupai kuskusan. Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke desa ini bisa melihat secara langsung warga dalam membuat aneka kerajinan yang berbahan bambu. Lokasi: Desa Peringsari, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali.

17. Desa Wisata Sebudi
Di desa Sebudi terdapat jalur "tracking" ke Gunung Agung. Sebelum melakukan trakking wisatawan akan melihat sebuah pura yang terkenal yakni Pura Pasar Agung. Dari tempat suci ini  pengunjung bisa melihat sebagian pulau Bali, terutama bagian Selatan dari Gunung Agung dengan panorama alam yang indah ini. Selain menyajikan panorama alam yang sangat memukau, wisatawan bisa melihat aktivitas penduduk setempat dalam membuat kerajinan anyaman berbahan bambu. Lokasi: Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali.

18. Desa Wisata Besakih
Desa Besakih sudah terkenal akan destinasi wisata berupa kompleks tempat suci yang bernama Pura Besakih. Pura Besakih merupakan tempat peribadatan agama Hindu terbesar di Bali, sehingga pura ini dikenal dengan julukan “Mother Of Temple”. Di kompleks pura besakih terdapat kurang lebih 18 pura, di mana Pura Penataran Agung Besakih sebagai pusatnya. Di desa ini wisatawan dapat melihat aktivitas umat Hindu yang akan melakukan persembahyangan. Lokasi: Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

19. Desa Wisata Nongan
Di Desa Nongan terdapat event tahunan yang tujuannya untuk menarik kunjungan wisatawan ke desa ini yakni Nongan Village Festival. Dalam event ini, wisatawan akan disuguhkan dengan potensi wisata yang dimilikinya baik itu wisata seni, budaya, dan kulinernya. Di desa ini juga terdapat pasar tradisional yang menjual aneka kuliner khas karangasem, sehingga para pengunjung bisa menikmati berbagai sajian makanan khas yang ada di wilayah Karangasem. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat bagaimana cara atau proses pembuatan topeng yang berbahan kayu. Bahkan wisatawan juga bisa belajar menarikan topeng tersebut. Lokasi: Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

20. Desa Wisata Muntigunung
Sebelum jadi desa wisata, desa ini terkenal dengan julukan “desa para pengemis”, tetapi kini keadaannya sudah berubah. Kawasan lereng Gunung Agung menawarkan pesona yang sangat indah. Desa ini sangat cocok digunakan untuk trekking karena desa ini memiliki kontur berbukit dengan panorama yang sangat indah. Di desa ini wisatawan bisa melihat aktivitas para warga membuat aneka kerajinan seperti membuat ingka, yakni membuat piring yang terbuat dari lidi lontar. Lokasi: Desa Muntigunung, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali.


Nah itu 20 desa wisata yang ada di kabupaten karangasem yang unik dan menarik untuk dikunjungi. Selain yang disebutkan di atas masih ada desa di kabupaten Karangasem yang nantinya bisa menjadi desa wisata seperti di kecamatan Sidemen yang terkenal sebagai sentra pengerajin tenun songket yang sudah terkenal hingga ke luar negeri. Selain itu, di kecamatan sidemen juga terdapat sebuah desa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai penyadap nira untuk diolah airnya menjadi gula merah dan arak. Tentu ini dapat dijadikan atraksi wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan untuk datang ke Bali khususnya ke Kabupaten Karangasem.

Semoga artikel ini dapat dijadikan rujukan dalam mencari destinasi wisata khusunya desa wisata yang unik di Bali. Semoga liburan Anda selama di Bali menjadi lebih menyenangkan dan berkesan. Salam Longtriper.
Iklan