free counter with statistics Inilah 23 Daya Tarik Wisata Di Kecamatan Sukasada Buleleng
T9/27/2019

Inilah 23 Daya Tarik Wisata Di Kecamatan Sukasada Buleleng

Iklan
Iklan

Menurut Wikipedia, Sukasada adalah sebuah kecamatan di kabupaten Buleleng, provinsi Bali, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 4 Km dari Kota Singaraja. Pusat pemerintahannya berada di Sukasada. Sebagian besar, wilayah kecamatan Sukasada berada pada dataran tinggi. Di Kecamatan Sukasada, terdapat titik tertinggi di Kabupaten Buleleng, yaitu puncak Bukit Tapak (1903 m) dan juga danau Buyan (360 hektare). Adapun batas wilayah kecamatan Sukasada yakni:
Utara     : Kecamatan Buleleng,
Timur    : Kecamatan Buleleng, Kecamatan Sawan, Kabupaten Badung
Selatan : Kabupaten Tabanan
Barat     : Kecamatan Banjar

Kecamatan Sukasada merupakan kecamatan dengan luas wilayah terluas ketiga setelah kecamatan Gerokgak dan Busungbiu dengan luas wilayah mencapai 172,93 km. Secara administrasi kecamatan Sukasada terdiri dari 14 desa dan 1 Kelurahan yakni Ambengan, Gitgit, Kayu Putih, Padang Bulia, Pancasari, Panji, Panji Anom, Pegadungan, Pegayaman, Sambangan, Selat, Silangjana, Sukasada, Tegal Linggah, dan Wanagiri. Dari 14 desa yang ada di kecamatan Sukasada, ada 5 desa yang sudah ditetapkan sebagai desa wisata berdasarkan Keputusan Bupati Buleleng Nomor 430/405/HK/2017 yakni: Desa Wisata Gitgit, Desa Wisata Sambangan, Desa Wisata Ambengan, Desa Wisata Pancasari, dan Desa Wisata Wanagiri. 
Inilah 23 Daya Tarik Wisata Di Kecamatan Sukasada Buleleng
Pesona kecamatan Sukasada
sumber: wikipedia

Selain memiliki desa wisata, kecamatan Sukasada juga memiliki daya tarik wisata sebanyak 23 buah berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh bupati Buleleng No. 51 tahun 2017 tentang perubahan kedua atas peraturan bupati nomor 32 tahun 2014 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 2017, yakni sebagai berikut.

1. Danau Buyan
Danau Buyan dikelilingi oleh hutan-hutan tropis dan memiliki tempat lapangan yang cukup luas yang kerap kali digunakan untuk kegiatan perkemahan. Selain itu, di sekitar danau ini sangat bagus digunakan sebagai tempat wisata petualangan seperti trekking mengelilingi hutan. Lokasi danau Buyan berada di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

2. Air Terjun Banyumala
Air terjun Banyumala menyuguhkan pemandangan yang benar-benar indah, dengan tebing yang menghijau sebagai tempat turunnya air membuat air terjun ini benar-benar unik dan asri. Kolam yang terbentuk akibat air terjun ini dapat digunakan untuk mandi karena memiliki air yang sangat segar dan tentunya sangat jernih. Air terjun yang berlokasi di Desa Wanagiri ini kini sangat populer di sosial media, bahkan iklan produk kesehatan juga sempat menjadikan air terjun ini sebagai lokasi syuting.

3. Monkey Forest Wanagiri
Monkey forest tidak hanya ada di Ubud dan di Sangeh lho, di desa Wanagiri juga ada hutan yang dihuni kawanan kera yang jinak. Selain dihuni ribuan monyet, Monkey Forest Wanagiri memiliki banyak pohon berumur ratusan tahun yang tumbuh subur. Monyet di sini memiliki karakter sifat yang baik, tidak nakal, mencuri atau menggigit para tamu.

4. Air Terjun Jembong
Air terjun ini memang unik dengan kemiringan sekitar 75%, jika dilihat secara sekilas hampir mirip seperti air terjun Kanto Lampo yang ada di Gianyar. Air terjun yang berlokasi di desa Ambengan ini memiliki aliran air yang jernih dan juga memiliki kolam yang bisa digunakan untuk mandi dan berenang.

5. Air Terjun Pucuk
Di desa Sambangan ada air terjun Pucuk yang memiliki ketinggian 16 meter. Uniknya, dari atas air terjun pengunjung melompat ke kolam yang biru dan airnya yang segar. Selain keindahan air terjun, tempat ini sangat cocok untuk tempat berkemah karena memiliki area yang cukup luas.

6. Air Terjun Kroya
Air terjun yang ada di desa Sambangan ini sangat unik karena bisa main prosotan di air terjun ini. Prosotoan yang terbentuk di air terjun ini merupakan prosotan alami. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 12 meter.

7. Air Terjun Kembar
Air Terjun Kembar Sambangan memiliki ketinggian 10 meter. Di air terjun ini kita bisa melompat dari atas air terjun lho. Panorama yang disuguhkan tidak kalah cantiknya dengan air terjun lainnya yang ada di desa Sambangan.

8. Air Terjun Aling Aling
Masih di desa Sambangan, ada air terjun Aling Aling. Air terjun yang memiliki tinggi kira-kira 35 meter ini memang unik karena dari atas air terjun ini  airnya terbagi menjadi dua terjunan air yang berdampingan dan menyatu ketika akan mencapai kolamnya. Sekitar air terjun ini memiliki pemandangan alam yang begitu asri dan pepohonan yang menghijau.

9. Tugu Buana Kerta
Tugu ini merupakan sebuah monumen perjuangan yang dibangun guna memperingati kemerdekaan serta perjuangan warga Bali dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Di lokasi monumen ini terdapat sebuah Pura Republik. Tempat suci ini dibangun atas janji yang diucapkan oleh para pejuang kemerdekaan rakyat Bali pada tanggal 17 Januari 1948, bahwasannya “Bila Republik Indonesia menang, di tempat yang mana lokasi Tugu Bhuana Kerta sekarang akan dibangun sebuah Pura Republik”.

10. Monumen Tri Yudha Sakti
Monumen Perjuangan Tri Yuda Sakti atau Tugu Tiga dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Buleleng dalam mengusir penjajah di Bali Utara. Di dalam monumen ini terdapat diorama tentang perjuangan rakyat Buleleng seperti diorama perjuangan Anglurah Ki Barak Panji Sakti, diorama perang Jagaraga, dan diorama perang Banjar. Di monumen ini terdapat tiga buah patung pahlawan yakni Letkol Wisnu, Mayor Metra dan Kapten Muka. Lokasi monumen ini berada di Banjar Bantangbanua.

11. Krisna Adventure
Desa Sambangan tidak hanya menawarkan wisata alam berupa air terjun dan persawahan, juga menawarkan wisata tantangan dan tempat rekreasi keluarga di Krisna Adventure. Krisna Adventure merupakan wahana wisata keluarga dengan arena permainan menantang seperti flying fox, paint ball, trekking dan ATV. Lokasi tempat ini berdekatan dengan Air Terjun Aling-Aling. Selain sebagai tempat rekreasi, beberapa area di tempat ini diubah menjadi lokasi foto yang sangat Instagramable.

12. Hutan Raya Selat
Hutan raya ini berupa hutan lindung yang memiliki luas area hutan sekitar 10 Hektar dengan panjangnya mencapai 5 kilometer. Tempat wisata ini bisa digunakan sebagai wisata edukasi dan rekreasi keluarga karena kawasannya hijau dan sejuk.

13. Kolam Renang Silangjana
Kolam Renang Silangjana atau Alamandaoe Pool Waterpark menyediakan  wahana air dengan suasana alam yang tenang, indah dan asri yang sangat cocok untuk melepaskan penat dan bersantai. Uniknya, waterpark yang berlokasi di Banjar Dinas Delod Margi ini berada di tengah alam terbuka serta dikelilingi oleh hamparan sawah dengan alam yang masih hijau alami. Di sini tersedia kolam renang untuk dewasa dan juga anak-anak, perosatan untuk anak-anak dan juga waterslide untuk orang dewasa.

14. Bali Bike Park Dasong
Bali Bike Park terletak di sekitar danau Buyan. Tempat ini memiliki tujuh jalur sepeda (track) dengan karakter serta tingkat kesulitan yang berbeda. Track yang ada dikawasan ini didesain sedemikian rupa untuk bisa dinikmati oleh rider dari kalangan pemula hingga ahli.  Untuk kenyamanan para pesepeda, di tempat ini turut disediakan kafe dan toko suvenir termasuk toilet. Lokasi Bali Bike Park Dasong berada di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

15. Perang Prakpak
Dalam tradisi Perang Prakpak menggunakan sarana daun kelapa kering yang diikat menyerupai sapu, dalam Bahasa Bali disebut prakpak atau danyuh. Tadisi ini dilakukan setiap tahun sehari menjelang perayaan Nyepi di Bali. Prakpak tersebut di bakar lalu digunakan untuk menyerang kawan satu sama lain sehingga terlihat seperti perang antara dua kelompok masyarakat. Lokasi diadakannya tradisi perang Prakpak berada di Desa Padang Bulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

16. Perang Gebeg
Tradisi Perang Gebeg diawali dengan rangkaian ritual. Seekor anak sapi yang dijadikan sarana caru, dikuliti hingga tersisa bagian kepala, keempat kaki, serta ekornya. Begitu ritual sudah selesai, para pemuda langsung merebut anak sapi tersebut. Akhirnya terjadi peristiwa megebeg-gebegan atau saling rebut, hingga salah satu kelompok pemuda berhasil mendapatkan kepala anak sapi tersebut. Dalam tradisi ini hanya ada kegembiraan, kebersamaan, dan kekompakan warga, terutama kalangan pemuda.

17. Pemandian Air Abasan
Permandian air ini berada di Sungai Abasan yang terletak di Banjar Dinas Abasan, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Permandian Air Abasan disamping airnya yang jernih serta alami, juga menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal maupun dari desa-desa tetangga untuk mandi serta menikmati suasana alam bersama keluarga.

18. Bali Sport Canyoning
Bali Sport Canyoning merupakan wisata petualangan yang dapat memacu adrenalin para wisatawan. Karena akan melalui medan atau rute yang sangat menantang seperti melewati air terjun, kolam renang, jeram dan ngarai. Tentu saja ada ngarai dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Lokasi tempat wisata ini berada di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

19. Air Terjun Cinta
Air Terjun Cinta menawarkan keindahan air terjun dan alam sekitarnya. Di sini pengunjung bisa mandi dan berenang di bawah air terjun. Selain keindahan alam, keunikan sarang burung raksasa daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Lokasi air terjun Cinta berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

20. Air Terjun Gitgit
Air terjun Gitgit merupakan air terjun yang paling populer di Buleleng. Untuk menuju lokasi air terjun pengunjung akan menyusuri jalan setapak, melintasi areal persawahan,  kebun kopi dan cengkeh dengan alam sekitar air terjun yang masih asri dan alami, tentunya hawa udara yang segar dan jauh dari polusi. Sesuai dengan namanya, air terjun ini berlokasi di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

21. Air Terjun Bertingkat
Air terjun yang berlokasi di desa Gitgit ini terdiri dari beberapa tingkatan curahan air mengikuti teras bebatuan. Masing-masing tingkatan ini memiliki jatuhan air membentuk kolam di dasarnya, dengan airnya yang sangat bersih dan bening.

22. Air Terjun Colek Pamor
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan lokasi yang jauh di tengah hutan, sehingga untuk menuju lokasi ini kita harus berjalan kaki. Suasana air terjun ini masih begitu alami sehingga sering dimanfaatkan oleh wisatawan untuk kegiatan trekking. Lokasi air terjun ini berada di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

23. Air Terjun Campuhan
Dalam satu lokasi terdapat dua air terjun yang berdampingan dengan ketinggian yang sama yakni sekitar 20 meter. Air yang jatuh akan bercampur dalam sebuah kolam kecil yang lumayan dalam. Air terjun ini berada di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali

Selain itu, ada daya tarik wisata lain yang dimiliki Kecamatan Sukasada, misalnya kesenian rakyat yang sangat menarik seperti tradisi Megoak-goakan yang diadakan sehari setelah perayaan Nyepi dan Tari Joged yang sering ditarikan pada hari-hari raya. Di sini juga ada event tahunan yang bernama Twin Lake Festival yang diadakan di Danau Buyan dan Danau Tamblingan tepatnya di Desa Pancasari. Sedangkan kerajinan yang unik di sini adalah Saab Mute, Lukisan Wayang Kaca dan Wayang Kulit. Semoga ini dapat dijadikan rujukan dalam mencari tempat wisata di kecamatan Sukasada, Buleleng. Salam longtriper.

Sumber:
Sumber:
https://bulelengkab.go.id/assets/instansikab/126/bankdata/daftar-nama-daya-tarik-wisata-dtw-di-kabupaten-buleleng-57.pdf
http://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/senari/article/download/1590/1025/
Iklan