free counter with statistics Pura Ulun Kulkul di Besakih
T11/15/2012

Pura Ulun Kulkul di Besakih

Iklan
Iklan
Long trip kali ini adalah sembahyang ke salah satu pura terbesar yang ada di Bali yaitu pura Besakih. Waktu pertama kali saya sembahyang ke pura besakih pada saat saya berumur 7 tahun, dan saya pikir pura tersebut hanya satu pura. Akan tetapi, pura itu terdiri dari puluhan pura. Pura ini diberi nama pura besakih karena pura tersebut terletak di Desa Besakih. Nah pada kesempatan ini Tim Bali Long Trip Mania sembahyang ke pura Ulun Kulkul yang masih berada di areal komplek Pura Besakih.

Pura Ulun Kulkul Besakih
Sumber Gambar: Kompasiana

Sebelum membahas tentang Pura Ulun Kulkul terlebih dahulu kami paparkan rute perjalanan kami. Kami berasal dari Banjar Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Kami beangkat pukul 07.15 dengan anggota 6 orang dan 3 sepeda motor. Sebelum berangkat tidak lupa kami membawa perlengkapan sembahyang (canang sari dan dupa). Sepanjang perjalanan kami menemukan keindahan alam yang mempesona khususnya di bukit asmara. Kami tidak berhenti di bukit asmara melainkan melanjutkan perjalanan, rencananya setelah selesai sembahyang baru istirahat di bukit asmara.

Daerah yang kami lalui adalah Banjar Dukuh (asal tim Bali Long Trip Mania), Banjar Ogang, Bukit Asmara, Banjar Sanggem, Banjar Mijil, Banjar Ipah, Banjar Hyang Api, Banjar Mangbang, Daerah Muncan, Desa Batusesa, terakhir desa Besakih. Sampai di kawasan Pura Besakih kami langsung menuju Pura Ulun Kulkul, karena pura ini yang pertama kali kami temui jika melewati jalur Desa Batusesa.

Pura ini letaknya di pinggir jalan dan juga tersedia area parkir untuk mobil dan sepeda motor. Jadi tidak perlu berjalan kaki jauh-jauh jika anda ingin sembahyang ke Pura ini. Cukup parkir saja motor anda di depan pura. Ingat: parkir tidak akan penuh jika tidak ada piodalan di pura ulun kulkul. Akan tetapi jangan harap dapat tempat parkir jika ada odalan di Pura Ulun Kulkul.

Hal yang paling unik kami lihat di Pura Ulun Kulkul adalah semua bangunan Pelinggih yang terdapat di dalamnya dihiasi dengan pengangge-pengangge sarwa jenar atau hiasan serba kuning. Kenapa harus berwarna kuning?

Ternyata pura Ulun Kulkul merupakan pura tempat stana dari sinar suci Hyang widhi yang bergelar Dewa Mahadewa. Dewa Mahadewa merupakan salah satu dewata nawa sanga (sembilan dewa penguasa penjuru mata angin) yang terletak di sebelah barat dan berwarna kuning, karena itulah semua wastra dipura ini berwarna serba kuning.

Di pura ini terdapat sebuah kulkul (kentongan besar). Menurut Babadbali.com, kulkul (kentongan besar) yang ada di Pura Ulun Kulkul dipandang sebagai kulkul yang paling utama dan mulia dari pada semua kulkul yang ada di Bali. Di zaman dahulu setiap desa atau banjar membuat kulkul, kulkul itu harus dipelaspas dan dimohonkan tirta di Pura Ulun Kulkul, agar atas asung wara nugraha Hyang Widhi, kulkul itu mempunyai taksu, yaitu ditaati oleh krama desa atau krama pemaksan pura yang akan memakai kulkul tersebut.

Menurut Babadbali.com, piodalan di pura ini jatuh pada hari Saniscara Keliwon Kuningan atau tepat pada hari Raya Kuningan, sedangkan pada setiap Hari Tilem Ketiga diadakan upakara aci Pengurip Bumi dan pada setiap Hari Tilem Kaulu menghaturkan aci sarin tahun. Aci Pengurip Bumi dimaksudkan untuk memohon agar semua tanam-tanaman baik di sawah maupun di ladang menjadi subur dan sebagian kecil dari hasil pertanian itu kemudian dipersembahkan yang dinamakan aci sarin tahun.

Selesai sembahyang bersama di Pura Ulun Kulkul, perjalanan kami lanjutkan sembahyang ke pura berikutnya yaitu ke Pura Goa Raja. Kami mohon maaf jika ada kata-kata atau penulisan yang salah. Mohon kritik dan sarannya yang membangun sehingga blog ini menjadi lebih baik.
Iklan