T9/08/2017

Inilah Semboyan (Motto) dan Julukan di Tiap Kabupaten Di Bali

Jika kamu perhatikan pada lambang provinsi bali maka akan terdapat tulisan Bali Dwipa Jaya. Nah tulisan tersebut merupakan semboyan untuk provinsi bali yang memiliki arti "Jayalah Pulau Bali". Tidak hanya ditingkat provinsi, bahkan di tingkat kabupaten juga memiliki semboyan masing-masing. Selain memiliki semboyan, pulau bali juga mendapat banyak julukan karena karakter yang dimilikiny. Salah satu julukan pulau bali yang terkenal adalah “the paradise of island” yang memiliki arti “pulau surga” karena memiliki bentang alam indah layaknya sebuah surga. Bagaimana degan semboyan dan julukan untuk masing-masing daerah di Bali. Berikut semboyan dan julukan di tiap-tiap kabupaten di provinsi bali.

Badung
Kabupaten Badung memiliki semboyan “Ҫura Dharma Raksaka” yang memiliki arti “kewajiban pemerintah adalah melindungi kebenaran (rakyat)”. Sedangkan julukan yang didapatkan untuk kabupaten badung adalah Hawaii van Bally. Badung mendapat julukan seperti itu karena pantai-pantai yang ada di kabupaten badung memiliki kemiripan dengan pantai yang ada di kepulauan Hawaii. Salah satunya adalah pantai kuta, di mana pantai ini hampir mirip dengan pantai Waikiki yakni berpasir putih, selalu ramai dikunjungi wisatawan, dan terdapat pohon kelapa di pinggir pantai. Bahkan pantai ini juga sama-sama menawarkan keindahan matahari terbenam di senja hari.
Inilah Semboyan (Motto) dan Julukan di Tiap Kabupaten Di Bali
Sunset di pantai Kuta

Bangli
Kabupaten Bangli memiliki semboyan “Bhukti Mukti Bhakti” mengandung arti sebagai suatu pengabdian berbakti kepada Tuhan dan Negara untuk mewujudkan cita-cita luhur yaitu masyarakat adil dan makmur. Kabupaten yang tidak memiliki pesisir ini juga mendapat julukan sebagai “bumi loloh” karena kabupaten ini terkenal akan minuman khasnya yang bernama loloh cemcem. Kabupaten Bangli beriklim tropis dengan suhu udara relatif rendah berkisar antara 15° sampai 30°C dengan suhu rata-rata tahunan adalah 24.0 °C, sehingga kabupaten ini mendapat julukan sebagai “kabupaten dingin” di Bali.

Buleleng
Slogan atau motto dari kabupaten Buleleng adalah “Singa Ambara Raja”. Slogan atau motto ini melambangkan kelincahan dan semangat kepahlawanan rakyat kabupaten Buleleng. Selain itu, kabupaten yang berada di bali utara ini terkenal dengan slogan “Jele Melah Gumi Gelah” yang memiliki makna bangga akan potensi yang dimiliki daerahnya. Buleleng mendapat julukan sebagai “bumi panji sakti” karena pada tahun 1660-an Buleleng pernah diperintah oleh seorang raja yang memiliki kesaktian luar biasa yang bernama Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Beliau disegani oleh lawan maupun kawan. Berkat kepemimpinan beliau, kerajaan buleleng maju sangat pesat, bahkan beliau menguasai kerajaan lainnya seperti kerajaan Blambangan, Pasuruan, dan Jembrana.

Pulau Bali terbagi menjadi dua bagian yang dipisahkan dengan perbukitan/pegunungan ditengahnya, sehingga nama lain untuk kabupaten Buleleng adalah Den Bukit yang berarti sebelah utara dari bukit. Kabupaten yang berada di bali utara ini memiliki ibu kota yang bernama Singaraja. Kota singaraja mendapat julukan sebagai Kota Pendidikan karena kota ini menjadi tujuan orang-orang yang ingin melanjutkan Pendidikannya

Denpasar
Denpasar merupakan ibu kota provinsi bali yang memiliki motto atau slogan “Purradhipa Bhara Bhavana”, yang memiliki makna kewajiban pemerintah adalah meningkatkan kemakmuran Rakyat. Kota madya Denpasar mendapat julukan sebagai “Parijs van Bally” karena kota Denpasar mirip seperti kota Paris di Prancis yang merupakan pusat perbelanjaan dari berbagai produk fashion baik tradisional hingga modern. Kota Paris memiliki ikon Menara Eiffel yang indah, sedangkan Kota Denpasar memiliki ikon monumen Bajra Sandhi yang indah.

Gianyar
Kabupaten Gianyar memiliki motto atau semboyan “Dharma Raksata Raksita” yang bermakna barang siapa yang berbuat Dharma, maka ia akan dilindungi oleh Dharma itu sendiri. Kabupaten gianyar mendapat julukan “Bumi Seni” karena di kabupaten ini muncul berbagai kesenian seperti seni lukis, seni pahat, seni tari dan lain sebagainya. Di kabupaten ini juga banyak terdapat galeri-galeri seni yang menjadi incaran para pelancong kelas dunia. Kesenian di ginayar sudah ada sejak zaman dahulu, ini terbukti terdapatnya pahatan-pahatan di batu cadas, misalnya di relief bebitra, candi gunung kawi, goa gajah, dan yeh pulu.

Jembrana
Kabupaten Jembrana memiliki motto atau semboyan “Tri Ananta Bhakti” yang memiliki arti tiga pengabdian yang kekal. Tiga pengabdian kekal yang diamksud adalah mengabdi kepada Tuhan, mengabdi kepada tanah air, dan mengabdi kepada hidup. Kabupaten yang berada di bali bagian barat ini terkenal dengan julukan “Bumi Makepung” karena di kabupaten ini ada tradisi makepung. Tradisi makepung merupakan tradisi balap kerbau seperti karapan sapi di Madura. Untuk melestarikan tradisi ini, pemerintah kabupaten jembrana mengadakan festival makepung tiap tahunnya (biasanya diadakan pada bulan Juli hingga November). Tidak menherankan jika kita memasuki kabupaten Jembrana dari arah timur, akan menjumpai patung Makepung di perbatasan kabupaten ini.

Karangasem
Tulisan “Raksakeng Dharma Prajahita” pada pita di bagian bawah pada logo kabupaten Karangasem merupakan motto atau semboyan dari kabupaten yang berada di bali bagian timur ini. Kalimat  “Raksakeng Dharma Prajahita” yang mengandung arti berkat perlindungan dharma atau agama untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Kabupaten ini memiliki gunung aktif yang merupakan gunung tertinggi di pulau bali yang bernama gunung agung. Gunung ini pernah meletus dengan dahsyatnya memuntahkan lahar, sehingga hampir sebagian kabupaten ini tertimbun muntahan lahar, sehingga kabupaten ini mendapat julukan sebagai “bumi lahar”. Selain julukan “bumi lahar”, kabupaten ini mendapat julukan “bumi magibung”, karena memiliki tradisi magibung yang masih bertahan hingga saat ini. Tradisi magibung merupakan tradisi makan bersama dalam satu wadah yang besar.

Karangasem juga mendapat julukan atau jargon “The Spirit Of Bali” karena di sini banyak terdapat tempat wisata spiritual misalnya pura besakih, pura luhur lempuyang, dan pura pasar agung yang kental dengan nilai-nilai spiritual. Warga di kabupaten karangasem masih mempertahankan nilai-nilai spiritual dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Bahkan dalam menjalankan dan mengembangkan pariwisatanya  kabupaten Karangasem menitikberatkan pariwisata spiritual berbasis desa adat dan kearifan lokal.

Klungkung
Kabupaten Klungkung memiliki motto atau semboyan “Dharmaning Ksatrya Mahottama” yang memiliki arti “Kewajiban seseorang berjiwa ksatria sungguh mulia”. Ini memiliki makna bahwa keperkasaan rakyat kabupaten Klungkung dalam menjalankan dharmanya untuk mensukseskan pembangunan. Kabupaten Klungkung terkenal dengan julukan “Bumi Serombotan” karena di kabupaten ini terdapat makanan khas klungkung yang bernama serombotan, yang terbuat  dari sayur buah botor muda atau paku, toge, kobis yang dimasak setengah matang. Kemudian diberi bumbu disebut kalas yang terdiri dari santan yang diberi tumbukan kunyit, lengkuas, bawang merah dan bawang putih, ketumbar dan sedikit kencur.

Tabanan
Kabupaten Tabanan memiliki motto atau semboyan “Sadhu Mawang Anuraga” yang berarti setia dan bijaksana dalam menjalankan Dharma demi kecintaan pada rakyat. Kabupaten Tabanan mendapat julukan sebagai “bumi lumbung padi”, karena mayoritas penduduknya bekerja di bidang pertanian. Selain itu, hampir setiap pekarangan rumah terdapat bangunan lumbung padi, bahkan menjadi ikon. Tabanan terkenal sebagai penghasil padi terbesar di pulau bali karena lahan pertanian yang ada di Tabanan masih cukup luas. Lahan pertanian di tabanan juga dijadikan sebagai tempat wisata yang menarik, misalnya objek wisata jatiluwih yang terkenal dengan Bali rice terrace. Bahkan tempat wisata jatiluwih dikukuhkan sebagai salah satu warisan dunia yang ada di Bali.

0 Response to "Inilah Semboyan (Motto) dan Julukan di Tiap Kabupaten Di Bali"

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog ini, silahkan tinggalkan komentar dengan sopan dan tidak mengandung unsur SARA atau pornografi serta tidak ada link aktif